Home » Analisis Fundamental » Mengenal Degree of Operating Leverage (DOL)

Mengenal Degree of Operating Leverage (DOL)

Degree of Operating Leverage

Kali ini kita akan membahas Degree of Operating Leverage (DOL) atau derajat leverage operasi. Apa itu DOL, mengapa penting, dan bagaimana menginterpretasikannya? Yuk simak, dude!

Kesalahan Bill Ackman di JCPenney

Berawal dari nonton video Bill Ackman. Dalam video tersebut Ackman menceritakan salah satu kegagalan investasi saham, yaitu di JCPenney.

Salah satu pesannya, kesalahan fatal Ron Johnson sebagai CEO karena berpikir mark up harga untuk kemudian diskon ke harga “normal” sia-sia, lebih baik langsung pasang harga normalnya. Ron melakukan hal ini, karena sukses melakukannya di Apple. Namun yang terjadi, pelanggan justru berkurang, karena mereka sudah terbiasa terima kupon sekarang tidak ada lagi.

Ini juga memberikan pelajaran buat kita, harus kenali pelanggan. Satu metode sukses di satu tempat, belum tentu cocok di tempat lain. Dalam hal ini, pelanggan Apple yang mengutamakan cutting-edge tech berbeda dengan pelanggan JCPenney yang mengutamakan “pokoknya diskon” dude!

Ackman mengatakan bisnis ritel seperti JCPenney adalah bisnis yang seharusnya bisa sering melakukan testing/eksperimen, tapi sebaiknya skala kecil. Lakukan test di beberapa gerai terlebih dahulu, jika hasilnya bagus baru diperluas ke gerai lain. Langsung melakukan perubahan besar-besaran adalah kesalahan besar. Sedangkan Ron langsung main sikat, sehingga dampaknya terjadi di seluruh gerai JCPenney.

Kesalahan Ron diperparah oleh masalah kedua berikut.

Alasan gagal kedua menurut Ackman karena bisnis retail memiliki fixed cost yang besar. Perusahaan harus mencetak sales yang besar untuk menutupi fixed cost. Setelah melewati titik tertentu, setiap kelebihan penjualan baru bisa cetak cuan dan kenaikan labanya akan jauh lebih tinggi dari kenaikan salesnya. Sebaliknya, kalau tidak sampai ke titik tertentu, fixed cost tetap harus dibayar dan ini yang bisa menyebabkan perusahaan rugi besar.

Setelah saya post begitu di grup tele, winston langsung respon : Degree of operating leverage bahasa kerennya.

degree of operating leverage

Apa Itu Degree of Operating Leverage?

Degree of Operating Leverage (DOL) atau derajat leverage operasi adalah rasio keuangan yang mengukur sensitivitas EBIT (Earnings Before Interests and Taxes) atau Laba Usaha perusahaan terhadap penjualannya. Rasio keuangan ini menunjukkan bagaimana perubahan penjualan perusahaan akan mempengaruhi EBIT.

Secara umum, dalam Laporan Laba Rugi kita bisa lihat bahwa EBIT = Penjualan – COGS – Beban Operasional.

Laporan Laba Rugi, Penjualan, dan EBIT PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Formula DOL :

Degree of Operating Leverage = %perubahan EBIT : %perubahan Sales.

Misalnya emiten A mencetak pertumbuhan EBIT 30% dengan meningkatkan penjualan sebesar 10%. Maka DOL emiten A adalah 3 (30%/10%).

Namun, kita juga bisa katakan bahwa EBIT = Sales – Fixed Cost – Variable Cost.


Suka artikel ini? Masukkan email untuk mendapatkan artikel terbaru via email. NO SPAM.


Struktur Beban : Beban Tetap dan Beban Tidak Tetap

Struktur beban bisa kita bagi dua yaitu beban tetap (fixed cost) dan beban variabel atau beban tidak tetap (variable cost).

Sederhananya, beban tetap nilainya sama berapa pun penjualan perusahaan, tidak bergantung volume penjualan produk atau jasa perusahaan. Contohnya, perusahaan toko ritel mengeluarkan beban sewa toko dan gaji karyawan. Ini adalah beban tetap yang tidak bisa ditawar lagi. Berapa pun penjualannya, pemilik toko harus bayar sewa dan gaji karyawan yang nilainya tetap. Contoh lain beban tetap adalah depresiasi aset tetap dan overhead pada perusahaan manufaktur.

Sedangkan beban tidak tetap nilainya bervariasi sejalan dengan volume penjualan produk atau jasa perusahaan. Contohnya adalah bahan baku, komisi penjualan, transportasi, dan lain-lain. Beban variabel nilainya meningkat sejalan dengan aktivitas bisnis perusahaan.

Hubungan Degree of Operating Leverage dan Struktur Beban Perusahaan

Kita bisa mendapatkan insight dengan melihat struktur beban perusahaan yaitu beban tetap (fixed cost) dan beban tidak tetap (variable cost).

Seperti saya tulis sebelumnya, kita bisa katakan bahwa EBIT = Sales – Fixed Cost – Variable Cost.

Bayangkan perusahaan dengan fixed cost yang besar. Perusahaan dengan struktur beban tetap besar, harus menjual sejumlah tertentu agar dapat menutupi beban tetapnya. Jika berhasil, maka pendapatan di atas minimal BEP tersebut akan menghasilkan laba operasional yang besar (ingat : beban tetap – sewa toko, gaji karyawan, depresiasi, dll – nilainya tetap). Seperti yang dikatakan Ackman, salah satu contohnya adalah bisnis ritel yang secara natural adalah bisnis dengan beban tetap yang besar.

Beban tetap mau tidak mau harus dibayar perusahaan, hal ini menyebabkan perusahaan sulit untuk menyesuaikan beban operasionalnya. Sehingga hal ini menjadi risiko operasi perusahaan. Ketika kondisi memburuk, penjualan turun, beban tetap yang besar bisa menyebabkan kerugian bahkan bangkrut. Seperti yang terjadi dengan JCPenney.

Semakin tinggi porsi beban tetap semakin tinggi DOL dan sebaliknya semakin rendah porsi beban tetap maka semakin rendah DOL perusahaan tersebut.

DOL yang rendah menunjukkan bahwa biaya variabel perusahaan lebih besar daripada biaya tetapnya. Artinya, peningkatan yang signifikan dalam penjualan perusahaan tidak akan menyebabkan peningkatan laba usaha yang substansial. Pada saat yang sama, perusahaan tidak perlu menanggung biaya tetap yang besar.

DOL yang tinggi menunjukkan bahwa biaya tetap perusahaan melebihi biaya variabelnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan dapat meningkatkan Laba Usaha dengan meningkatkan penjualannya. Tetapi risikonya, perusahaan harus mampu mempertahankan penjualan yang relatif tinggi untuk menutupi seluruh biaya tetap.

Contoh Degree of Operating Leverage

Kasus Pertama

Contohnya emiten mengeluarkan fixed cost 100M dan variable cost katakan 15% dari penjualan.

Tahun lalu emiten cetak penjualan 120M, maka berapa EBIT-nya?

Penjualan = 120M

Fixed cost = 100M

Variable cost = 15% * 120M = 18M

EBIT = Penjualan – Fixed cost – Variable cost = 120 – 100 – 18 = 2M

Jika emiten menargetkan tahun depan penjualan naik 50%, berapa EBIT dan DOL emiten tersebut?

Penjualan = 180M

Variable cost = 27M

EBIT = 180 – 100 – 27 = 53M

Kenaikan Penjualan = 50%

Kenaikan EBIT = (53-2)/2 = 2550%

DOL = 2550%/50% = 51.

Luar biasa, bukan? Dengan kenaikan penjualan 50%, emiten mampu menaikkan EBIT 2550%! Kalau kita hitung OPM (Operating Profit Margin) dua periode tersebut : tahun lalu OPM = 2/120 = 1.67% dan tahun ini 53/180 = 29.44%. Dashyat!

Kasus Kedua

Tapi….. bagaimana kalau kita balik kejadiannya. Tahun lalu penjualan 180M dan tahun ini penjualan 120M. Bagaimana pertumbuhan penjualan, EBIT, dan OPM perusahaan tersebut. Saya sisakan perhitungan ini untuk para pembaca yang kepo.

Kenapa seperti itu, dude? Ya, itulah efek DOL. Jadi kita harus perhatikan struktur beban emiten. Tentunya kasus pertama menarik apalagi kalau valuasinya saat kondisi seperti itu. Tapi bagaimana kalau kita beli saat kondisi kasus kedua? Valuasi dengan melihat OPM 29.44% tanpa memperhitungkan efek DOL jika emiten penjualannya turun?

Kasus Ketiga

Perhatikan Penjualan, EBIT, dan OPM LPPF (PT Matahari Department Store Tbk) berikut ini. Tabel ini saya buat terakhir 1Q19. Silakan update sendiri kalau berminat. Anda bisa lihat pengaruh DOL terhadap perubahan EBIT LPPF. Apalagi tahun 2020 kemarin.

Kinerja Laba Rugi LPPF 2Q16 – 1Q19.

Kesimpulan

  1. Degree of Operating Leverage (DOL) atau derajat leverage operasi adalah rasio keuangan yang mengukur sensitivitas EBIT (Earnings Before Interests and Taxes) atau Laba Usaha perusahaan terhadap penjualannya. Rasio keuangan ini menunjukkan bagaimana perubahan penjualan perusahaan akan mempengaruhi EBIT.
  2. DOL rendah menunjukkan bahwa biaya variabel perusahaan lebih besar daripada biaya tetapnya. Artinya, peningkatan yang signifikan dalam penjualan perusahaan tidak akan menyebabkan peningkatan laba usaha yang substansial. Pada saat yang sama, perusahaan tidak perlu menanggung biaya tetap yang besar.
  3. DOL tinggi menunjukkan bahwa biaya tetap perusahaan melebihi biaya variabelnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan dapat meningkatkan Laba Usaha dengan meningkatkan penjualannya. Tetapi risikonya, perusahaan harus mampu mempertahankan penjualan yang relatif tinggi untuk menutupi seluruh biaya tetap.
  4. DOL bisa dibilang adalah risiko operasi perusahaan. DOL tinggi artinya uncertainty tinggi. Semakin tinggi DOL, semakin sulit untuk memprediksi kinerja perusahaan (terutama memprediksi EBIT). Perusahaan dengan DOL tinggi, ketika sukses meningkatkan penjualan berpotensi meraup EBIT yang jauh lebih besar dari kenaikan penjualannya. Namun sebaliknya, penurunan penjualan dapat menyebabnya penurunan EBIT yang jauh lebih besar juga.

Sekian dude. Komen kalo ada koreksi dan masukan.

2 tanggapan pada “Mengenal Degree of Operating Leverage (DOL)”

  1. Setelah ane baca2 mungkin ini sebabnya peter lynch di one up on wallstreet (klo gk salah BG juga pernah sebut di security analysis) prefer “a relatively low profit-margin company in a successful turnaround” karena lower profit margin bisa dikatakan higher cost dan higher DOL sehingga akan menaikkan EBIT nya dengan lebih besar ketika sukses turnaround dibandingkan yang lower cost high profit margin, begitukah dude ?

Ada komen, dude?