Kategori
Investasi Saham Value Investing

Investasi Saham Untuk Pemula : Langkah Awal

Hal terpenting sebelum investasi saham adalah mengenal prospek bisnis emiten, kendala yang dihadapi, resiko terbesarnya, dan keunggulannya. Juga membahas how and when to buy and when to sell.

Tulisan langkah awal memulai investasi saham ini sebelumnya sudah pernah saya bagikan di telegram group dan di situs JBC (sudah tidak aktif). Saya tulis ulang karena saya pikir mungkin berguna dan sekaligus mengumpulkan tulisan-tulisan saya di satu tempat.

Tulisan ini ditujukan untuk pemula – mereka yang baru mulai di bursa saham – yang tertarik dengan pendekatan investasi saham dan analisis fundamental (FA).

Tahapan Awal Mengenal Emiten Sebelum Investasi Saham

Mulai Investasi Saham
  1. Mulailah dari perusahaan/emiten yang anda kenal produk dan jasanya. Pilih perusahaan yang anda pikir cukup mudah dipelajari bisnisnya. Mulailah berpikir seperti investor, karena di balik setiap lembar saham ada bisnis perusahaan.
  2. Lakukan riset mandiri dengan tujuan mengenal emiten lebih dalam. Mulai dari bisnis, prospek, keuangan, manajemen, kendala, dan lain-lain.
  3. Baca Materi Public Expose (Paparan Publik) atau Pubex beserta laporan pelaksanaannya. Biasanya ada Tanya Jawab, insight dan info di dalamnya sering kali berguna. Dari sini anda akan mulai ada gambaran kasar bisnis dan isi emiten.
  4. Cari dan browsing situsnya. Baca juga berita terkait emiten. Luangkan waktu untuk baca semua info yang anda pikir bakal berguna.
  5. Baca Annual Report (Laporan Tahunan). Annual Report berisi info berharga tentang emiten, bisnisnya, industrinya, manajemennya, kendala yang dihadapi, rencana manajemen ke depan, dan lain-lain. Coba baca dari awal hingga akhir. Anda mungkin tidak bisa mengerti seluruhnya, tapi coba baca sampai tuntas. Semakin sering membaca, semakin banyak yang anda mengerti.
  6. Baca Laporan Keuangan (LK) emiten. Jangan lupa baca notes atau Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) agar tahu lebih detil tentang bisnis dan keuangan emiten.
  7. Catat setiap hal penting yang anda baca, temukan, dan pikirkan (plus dan minusnya).
  8. Valuasi, untuk awal, gunakan valuasi relatif/komparatif saja. Biasanya multiples seperti PER (Price to Earnings Ratio) dan PBV Ratio (Price to Book Value Ratio) emiten vs PER dan PBV sektornya sudah cukup. Atau bisa juga membandingkan dengan rata-rata multiples emiten secara historis. Tidak ada yang baku, tiap emiten/sektor/bisnis bisa berbeda. Update : baca artikel selanjutnya tentang valuasi saham dan nilai wajar emiten.

Suka artikel ini? Masukkan email untuk mendapatkan artikel terbaru via email. NO SPAM.


Yang Terpenting Kenali Emiten dan Bisnisnya

Kenali Bisnis Emiten

Untuk tahap awal, yang paling penting untuk anda adalah mengenal emiten lebih dekat, tahu apa saja kendalanya, apa resiko terbesarnya, dan apa keunggulan. Anda sejak awal harus mengasah kemampuan analisis, memproses informasi, dan juga intuisi tentang prospek emiten di masa depan.

Pubex, AR, dan LK bisa diunduh dari situs www.idx.co.id dan situs resmi emiten. Anda juga bisa join Channel @InfoSahamIndonesia untuk update keterbukaan informasi emiten.

Jangan Klik BUY Sebelum Anda Lakukan Ini

Riset dan buat catatan

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, maka tiba saatnya anda mengambil keputusan investasi. Apakah saham ini layak investasi?

Sebelum memutuskan untuk membeli dan berinvestasi di emiten tersebut, setidaknya anda harus bisa menjawab beberapa pertanyaan di bawah.

Pertanyaan Yang Harus Dijawab Sebelum Investasi Saham

  1. Pastikan anda sudah tahu persis apa bisnis emiten tersebut. Berapa besar porsi masing-masing lini bisnisnya, pesaingnya siapa saja, prospek dan tantangannya apa saja, dan lain-lain.
  2. Alasan apa saja yang bisa membuat anda berinvestasi di saham tersebut? Apa thesis dan asumsinya? Catat semuanya.
  3. Faktor resikonya apa saja? Apa yang patut dicermati dan dipantau ketat? Ya, ini juga sebaiknya dicatat.
  4. Bagaimana kinerja beberapa tahun ke belakang?
  5. Bagaimana potensi kinerja emiten beberapa tahun mendatang?
  6. Dari keterbukaan informasi yang ada, apakah manajemen termasuk yang menjalankan GCG (Good Corporate Governance)? Pro minoritas? Apa sering terlibat kasus?
  7. Jika anda mau memiliki perusahaan ini, berapa harga yang berani anda bayar dan apa yang anda harapkan? Valuasi relatif/komparatif biasanya cukup.

Bagaimana dan Kapan Saat Yang Tepat Untuk Membeli Saham?

Setelah berhasil menjawab semua pertanyaan di atas maka sekarang anda telah siap untuk ambil keputusan investasi : beli saham tersebut atau tidak. Sekali lagi, pastikan anda mencatat semua hasil riset saham anda. Anda akan butuh catatan ini di kemudian hari.

Berikut langkah-langkah yang dapat lakukan untuk mulai investasi saham :

  1. Mulai beli saham tersebut ketika harga pasar kurang dari harga wajar poin 7 pertanyaan di atas.
  2. Revisit berkala, tinjau ulang semua perkembangan (baik dan buruk). Tinjau ulang valuasinya. Periksa ulang catatan anda, apa semuanya masih on track? Ada fakta baru yang anda temui?
  3. Latih mental dan psikologi, hindari bias, panik, dan ketidakwarasan.

Satu hal yang perlu diingat adalah kita harus menghitung nilai wajar emiten, karena sehebat apa pun perusahaan, tidak berarti layak kita beli di harga setinggi langit. Seperti yang dikatakan oleh Howard Marks, dalam investasi saham kita harus bedakan antara buying good things dan buying things well.

“Superior results don’t come from buying high quality assets, but from buying assets – regardless of quality – for less than they’re worth. It’s essential to understand the difference between buying good things and buying things well.”

Howard Marks

Sebagai gambaran umum, ketika semuanya terlihat baik-baik saja, tidak ada bad news, tidak ada yang bicara resiko, sahamnya HOT, kebanyakan orang optimis bahkan euforia, saat itu adalah saat terburuk untuk membeli saham tersebut.

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Menjual Saham?

Kapan Saatnya Jual Saham?

Sekarang kita tahu, untuk mulai investasi saham kita harus melakukan riset terlebih dahulu, belajar mengenal bisnis emiten, cari tahu potensi, dan tantangannya. Kita tahu pentingnya membuat catatan.

Kita pun sudah tahu, kapan saat yang tepat untuk membeli saham. Maka pertanyaan berikutnya adalah : kapan saat yang tepat untuk menjual saham?

Alasan Rasional Menjual Saham

Saat yang tepat untuk menjual saham anda adalah ketika :

  1. Harga pasar telah jauh di atas harga wajar. TP (Take Profit), hal yang sangat didambakan setiap investor. Congrats!
  2. Jika di tengah jalan ada fakta baru yang tidak sesuai asumsi awal, FA memburuk, dan harga wajarnya sekarang jauh di atas harga pasar. Bisa TP bisa CL (Cut Loss), pokoknya SELL karena sudah tidak sesuai lagi. Di sinilah pentingnya memiliki catatan rapi tiap emiten. Jangan andalkan ingatan, karena anda bisa lupa. Kalau semuanya dicatat rapi, anda bisa baca ulang catatan anda sendiri. Dengan demikian, anda jadi lebih rasional, konsisten, dan tidak mudah bimbang.
  3. Tidak disarankan terlalu sering dilakukan : Karena ada kesempatan yang lebih baik di aset lain.

Selain ketiga alasan tersebut, tidak ada alasan rasional untuk menjual saham. Tetap hold saja saham anda sambil belajar bersabar, ikuti terus perkembangan emiten secara berkala dan update catatan anda.


Demikian yang bisa saya bagikan kali ini tentang investasi saham untuk pemula. Tentu saja masih banyak kekurangan. Jika ada tambahan, koreksi, atau berbagi cara anda berinvestasi, silakan tuliskan di kolom komentar. Salam cuan!

Ada komen, dude?