Home » Investasi Saham » Screener Saham Untuk Mulai Riset Investasi Saham

Screener Saham Untuk Mulai Riset Investasi Saham

Selamat Tahun Baru 2021, dude! Artikel perdana tahun baru ini akan membahas tentang cara menggunakan screener saham Indonesia.

Ada beberapa situs yang menawarkan stock screener, mulai dari sekuritas hingga situs khusus finansial dan bisnis.

Apa Itu Screener Saham

Screener saham atau stock screener adalah alat bantu (tools) finansial yang berguna untuk menyaring saham-saham yang memenuhi kriteria yang anda tentukan sebelumnya.

Penyedia stock screener memiliki database keuangan dan pergerakan harga saham, sehingga anda cukup memasukkan beberapa kriteria dan screener akan mengeluarkan kumpulan saham yang lolos kriteria tersebut.

Kriteria yang dapat anda gunakan bermacam-macam misalnya rasio keuangan, dividen, P/E Ratio (Price to Earnings Ratio), PBV (Price to Book Value Ratio), DER (Debt to Equity Ratio), dan lain-lain. Selain kriteria analisis fundamental, anda dapat juga memakai indikator analisis teknikal.

Mengapa Menggunakan Screener Saham

Idealnya. anda sebaiknya jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan hasil screener saham. Seperti pembahasan sebelumnya – baca Investasi Saham Untuk Pemula : Langkah Awal – sebaiknya anda melakukan riset emiten dengan melakukan langkah-langkah pada artikel tersebut.

Lah, terus kenapa nyaranin pake stock screener, dude?

Saat ini ada lebih dari 700 emiten terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk pemula, bisa jadi anda bingung dengan ratusan pilihan yang ada, mau mulai dari mana? Dengan alasan ini, anda bisa saja mulai dengan melakukan screening saham-saham apa yang kira-kira menarik. Hasil screener tentunya jauh lebih sedikit dari total 700+ saham yang ada.

Alasan kedua, bisa juga anda gunakan stock screener untuk mencari ide baru. Misalnya anda sudah punya porto saham dan saat ini lagi banyak waktu senggang, anda bisa pakai stock screener untuk mendapatkan daftar saham yang mungkin ada potensi cuan.

Saya tidak menyarankan gunakan screener dan beli saham yang lolos screener. Pakai screener hanya sebagai filter atau sumber ide baru saja. Setidaknya sekarang anda punya daftar saham yang lebih sedikit dengan kriteria yang menurut anda bagus. Hasil screener saham tersebut, sebaiknya anda riset ulang lagi.

Yang Penting Untuk Anda Ingat Tentang Stock Screener

Ada beberapa catatan yang menurut saya penting untuk anda ingat :

  1. Hasil stock screener bergantung pada keakuratan database penyedia screener. Dari pengalaman, kadang ada data yang tidak akurat. Bisa karena salah input (human error atau system error) atau ada aksi korporasi yang belum ter-update (misalnya stock split, Rights Issue, dan lain-lain).
  2. Hati-hati dengan saham siklikal. Saham siklikal kinerjanya naik turun mengikuti siklus bisnisnya. Anda harus cek ulang, jangan sampai anda masuk saat kinerja sedang cemerlang. Karena ini berarti anda masuk saat semuanya serba sempurna, tentunya harga pasarnya pun juga mengacu ke kinerjanya yang sedang ciamik.
  3. Hati-hati dengan pendapatan dan laba extraordinary atau one off. Extraordinary dan one off adalah pendapatan dan laba yang tidak berulang, dan biasanya non-operasional. Hasil screening yang anda lihat bisa jadi menyertakan hal ini, sehingga hasilnya menjadi kurang akurat. Misalnya ada emiten yang mendapatkan laba one off sebesar laba normalnya, maka valuasi P/E Ratio terlihat 50% lebih murah dari seharusnya. Untuk mengetahui hal ini, anda harus cek langsung Laporan Keuangan emiten.
  4. Kebalikan dari poin tiga, mungkin ada beberapa emiten yang periode tersebut mencetak one off negatif yang menyebabkan terlihat lebih mahal dari keadaan sebenarnya. Karenanya, emiten ini tidak lolos screener. Ini adalah kelemahan menggunakan screener saham. Karena alasan ini, satu saat sebaiknya anda cek satu per satu emiten yang ada.

Suka artikel ini? Masukkan email untuk mendapatkan artikel terbaru via email. NO SPAM.


Kriteria Yang Penting

Kriteria apa yang sebaiknya kita pakai?

Pertanyaan ini beberapa kali saya baca di berbagai komunitas saham. Jawaban saya biasanya bertanya balik : “Buat lu yang penting apa, dude?

Bener gak, dude? Ini kan stock screener a la masing-masing. Ya terserah saja, mau gunakan kriteria apa, tergantung apa yang terpenting untuk anda.

Nah, apa yang menurut anda penting? P/E Ratio murah? PBV murah? Dividend Yield jumbo? DER kecil? EPS tumbuh? Dividen tumbuh? ROE (Return on Equity) tinggi? Terserah. Suka-suka. Kan ente yang mau beli dan pembeli adalah raja, betul?

Contoh Hasil Stock Screener

Berikut ini hanya contoh saja, bukan patokan. Seperti telah saya tulis, kriteria seharusnya tergantung apa yang menurut anda penting untuk anda sendiri.

Dalam artikel ini, saya akan menggunakan stock screener dari Investing.com. Tools Stock Screener Investing.com menyediakan cukup banyak pilihan kriteria untuk anda gunakan. Silakan saja mencoba berbagai macam pilihan.

Kalau anda mau gunakan tools Investing.com, jangan lupa pilih negaranya : Indonesia. Karena tools tersebut mencakup berbagai negara dan defaultnya USA.

Screener Saham Dividen

Contoh berikut menggunakan beberapa rasio dividen yaitu Dividend Yield > 5%, Dividend Yield 5 Year Average > 5% dan Dividend Growth (ANN) minimal 0%.

Screener Saham Dividen. Sumber : Investing.com

Screener Saham P/E < 10x dan PBV < 1x

Berikut ini contoh saham yang lolos kriteria P/E Ratio < 10x dan PBV < 1x.

Screener Saham Dengan Kriteria P/E Ratio

Stock Screener : Semakin Ketat Kriteria, Semakin Sedikit Hasil Screening

Semakin banyak dan ketat kriteria yang anda gunakan, semakin sedikit hasilnya. Malah bisa jadi hasilnya nol. Contoh berikut, saya gunakan lebih banyak dan lebih ketat kriterianya, hanya lima emiten yang lolos.

Kesimpulan

Stock screener berguna untuk menyaring beberapa saham yang memenuhi beberapa kriteria penting. Stock screener harus digunakan dengan hati-hati, tidak menjamin hasil screener pasti cuan. Idealnya, anda harus riset mendalam tiap emiten yang lolos.


Demikian, dude. Anda selama ini pake stock screener gak? Pake tools apa? Untuk yang belum pernah coba, selamat mencoba, dude!

Ada komen, dude?