Home » Investasi Saham » Investor Saham Seharusnya Hitung Return Investasi Saham

Investor Saham Seharusnya Hitung Return Investasi Saham

Topik kali ini tentang cara menghitung return investasi saham pribadi. Cekidot dude!

Kenapa Harus Hitung Return Investasi Saham?

Saat kita memutuskan menjadi investor saham aktif artinya kita berharap return investasi saham pilihan kita di atas return rata-rata pasar saham atau benchmark tertentu.

Misalnya jika return rata-rata IHSG 15% per tahun maka seharusnya anda harus bisa mencetak return yang lebih tinggi dari 15%. Jika tidak, untuk apa repot-repot habiskan waktu dan tenaga mulai dari riset saham, menghitung nilai wajar, latih mental, berusaha upgrade skill dan mental…. kalau pada akhirnya return di bawah pasar?

Jika pada akhirnya setelah beberapa lama anda mendapatkan return portofolio anda lebih rendah dari return rata-rata pasar (misalnya IHSG), maka logikanya anda perlu pertimbangkan keputusan anda. Mungkin sebaiknya pensiun dini, beralih menjadi investor pasif saja misalnya.

Karena itu, menurut saya penting untuk menghitung return investasi portofolio pribadi, sebagai alat untuk evaluasi diri.

Yaelah, dude! Masa itung return aja ga tau. Gw pahamlah!

Bagus kalo begitu, dude. Sayangnya, tidak jarang saya temui orang yang tidak tahu cara menghitungnya, bahkan banyak sekali yang tidak pernah hitung. Padahal katanya mau beat the market?

Jika niatnya adalah beat the market – mengalahkan return rata-rata pasar – bagaimana mungkin anda bisa tahu sudah sukses atau belum kalau tidak tahu atau tidak pernah menghitung return portofolio?

Return Kinerja Investasi Berkshire dan Fairfax

Sebagai contoh, tiap tahun Berkshire Hathaway dan Fairfax merilis kinerja mereka. Bisa anda lihat seperti berikut.

Return Investasi Berkshire 1965-2019 20.3% CAGR.

Seperti bisa anda liat selama 54 tahun (1964-2019) BRK mencetak gain 2.744.062%. Berapa return rata-rata per tahun? 2.744.062%/54 tahun = 50.816%/tahun? Salah. Yang benar 20.3%.

Return Investasi Saham Fairfax 1986-2019 18.5% CAGR

Return Fairfax selama 34 tahun (1985-2019) adalah 18.5%, berapa total returnnya? 18.5% * 34 = 629%? Salah. Yang benar 31.994%.

Kok gitu, dude?

Sebagian saya yakin sudah tau jawabannya. Post ini khusus bagi mereka yang belum paham.

Karena beberapa kali saya baca di grup saham, tidak sedikit yang masih belum paham tentang ini. Kalo mereka sadar, mungkin tidak akan dengan mudahnya mengatakan cetak return 10%/bulan secara konsisten sangat mudah di bursa saham.

Banyak orang yang tidak sadar akan keajaiban Compounding Return. Sehingga maunya cuan instan dan cepat. Mereka dengan enteng merasa sanggup untuk cetak return 10%/bulan. Apa ini mungkin? Sulit malah mungkin mustahil. Setelah kita tahu cara hitung CAGR dan XIRR, coba buat simulasi, andai benar bisa cuan konsisten 10%/bulan… katakanlah selama 10 tahun. Apa anda yakin sanggup atau bahkan masuk akal?

OK kembali ke topik…. Sama seperti BRK dan Fairfax, kita akan coba untuk membuat tabel kinerja portofolio pribadi.

Belajar Berhitung

Dalam dunia investasi, yang kita hitung adalah Compound annual growth rate (CAGR).

Apa Itu CAGR?

Compound annual growth rate (CAGR) adalah rumus matematika yang memberikan tingkat pengembalian yang “diperhalus”. CAGR adalah angka pertumbuhan yang kita butuhkan untuk agar modal awal berkembang dengan asumsi setiap laba direinvestasikan.

Perhitungan CAGR hanya mengukur nilai awal dan nilai akhir suatu aset lalu mengukur berapa tingkat pengembalian rata-rata selama periode tersebut. CAGR termasuk Time-Weighted Rate of Return, karena return yang kita hitung berdasarkan waktu.

Jaman sekolah dulu kita kenal bunga majemuk. Pada prinsipnya CAGR sama dengan bunga majemuk. Berikut rumus CAGR (bunga majemuk) :

Rumus CAGR (Compound annual growth rate)

Setelah tahu ini, kita harusnya tau alasan kenapa total return dan return rata-rata per tahun BRK dan Fairfax seperti itu hasilnya. Kalo kepo, coba gunakan rumus CAGR untuk buktikan perhitungan di atas tadi benar. Atau kalo kurang kepo, google saja, banyak kalkulator CAGR online. Yang penting, anda sekarang paham konsep CAGR.

Nah, bagaimana caranya untuk menghitung return portofolio kita? Apa bisa dengan CAGR? Lanjut dude….

Investasi Lump Sum

Kita mulai dari yang termudah : Lump sum. Anda misalnya punya 100 juta, langsung seluruhnya anda investasikan dan biarkan tumbuh terus. Ah, mudah. Tinggal lihat berapa nilainya sekarang kurangi modal awal, tahu berapa gain/loss sejauh ini. Ya, CAGR dapat anda gunakan untuk tipe investasi lump sum seperti ini.

Jadi seharusnya sekarang, tidak keliru lagi misalnya seperti berikut.

Contoh, jika dana awal 100 juta, dalam 10 tahun berkembang menjadi 1 miliar. Berapa returnnya?

Total return investasi = (1 miliar – 100 juta) : 100 juta = 900%.

Tidak sedikit yang mengatakan returnnya adalah 90%/tahun. Ini keliru.

Investasi 100 juta menjadi 1 miliar dalam 10 tahun, tidak sama dengan 90%/tahun, melainkan 25.89% CAGR. Artinya untuk menghasilkan 1 miliar dalam 10 tahun dengan dana awal 100 juta, anda cukup mencari aset dengan potensi return setidaknya 25.89% setiap tahunnya.

Mudah-mudahan cukup jelas. Kalo ada yang kurang jelas, bisa tinggalkan di kolom komentar.


Suka artikel ini? Masukkan email untuk mendapatkan artikel terbaru via email. NO SPAM.


Dana Bertahap dan Dana Keluar Masuk

Investor ritel biasanya tidak lump sum. Masuknya bertahap sesuai kondisi ekonomi masing-masing. Misalnya ada yang rutin cicil tiap kali gajian dan setiap ada tambahan rejeki juga sebagian masuk ke dalam rekening investasi. Saat butuh dana, sebagian anda ambil.

Misalnya anda menyisihkan tiap bulan 3 juta untuk investasi saham. Anda lakukan terus selama 5 tahun. Di akhir tahun kelima, nilai investasi anda 250 juta. Berapa return per tahun anda sebetulnya?

Dibandingkan dengan lump sum, jelas berbeda. Karena nyicil, ada dana yang sudah diinvestasikan sejak 5 tahun yang lalu, ada yang baru suntik bulan ini. Tentunya tidak bisa dihitung sama. Ingat, CAGR menghitung lamanya waktu berinvestasi (Time-Weighted Rate of Return).

Lalu ada sebagian ditarik, nilai portofolio mendadak turun. Makin sulit hitung returnnya.

Karena nyaris semuanya tidak melakukan lump sum dalam berinvestasi, maka kita harus cari cara lain untuk menghitung return kita menggunakan metode yang lebih tepat.

Jadi gimana cara menghitungnya, dude?

Solusi Menghitung Return Investasi Saham : Money Weighted Rate of Return

Menghitung return investasi saham dengan kondisi sering setor dan tarik seperti tadi, dapat dengan mudah dihitung dengan Money Weighted Rate of Return (MWRR). Sedikit berbeda dengan CAGR yang adalah Time-Weighted Rate of Return.

MWRR memperhitungkan kapan arus kas keluar dan masuk terjadi.

Konsepnya adalah setiap cashflow yang terjadi nilainya di-present-value-kan dengan rate tertentu. Present Value (PV) arus kas keluar sama dengan PV arus kas masuk. Sehingga pada akhirnya ada satu rate of return yang sama untuk setiap periode.

Berikut ini formula MWRR :

Formula Money-Weighted Rate of Returns. Sumber : Investopedia.

MWRR pada dasarnya nilainya ekuivalen dengan IRR (internal rate of return) dan juga sama dengan NPV (Net Present Value). Berikut formula NPV :

Rumus XIRR atau NPV

Lho, katanya mudah…. ini mah sulit dude!!

Tenang dude, formulanya memang sulit kalau kita hitung manual. Capek juga. Untungnya jaman now sudah era digital. Tinggal masukkan data ke software, keluar hasilnya. Anda bisa pakai Microsoft Excel, atau yang gratis bisa pakai Google Spreadsheet dan Open Office Calc.

Cara Menghitung Return Investasi Saham Menggunakan Money-Weighted Rate of Return

Saya di sini akan pakai Google Spreadsheet.

Berikut caranya :

  1. Hanya dua data yang kita butuhkan : Tanggal dan jumlah nominal.
  2. Buat dua kolom tanggal dan arus kas keluar/masuk.
  3. Catat setiap ada arus kas masuk dan keluar.
  4. Hitung return menggunakan formula =XIRR(values, dates).
  5. Selesai.

Bener mudah, kan? Woiya jelas.

XIRR adalah Extended Internal Rate of Return. Sama seperti IRR namun pada XIRR, arus kas lebih fleksibel, bisa kapan saja tidak harus beraturan. Itu sebabnya XIRR sangat cocok kita gunakan karena mengakomodasi tanggal berapa pun kita lakukan top up atau withdraw.

Contoh Menghitung Return Investasi Saham Dengan MWRR atau XIRR

Berikut contoh menghitung return investasi menggunakan XIRR.

Contoh Menghitung Return Investasi Saham Menggunakan XIRR.

Pada contoh tersebut, misalkan anda rutin top up rekening investasi Rp 5 juta tiap bulan sejak 1 Jan 2020 – 1 Oktober 2020, sehingga total modal 50 juta. Pada tanggal 1 November, anda hitung total porto anda nilainya Rp 55 juta. Ini artinya anda mencetak return 22.66% menggunakan metode XIRR.

Lho, bukannya 10% ya? Kan cuan 5 juta dibagi modal 50 juta hasilnya 10%?

Bukan begitu, alasan pertama, anda masuknya nyicil 5 juta/bulan, bukan sekaligus sejak awal 50 juta, ada 5 juta yang baru masuk 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan seterusnya. Alasan kedua, XIRR selalu menghitung return annualized.

Wah, ngaco berarti dude…. masa return cuman 10% pake XIRR jadi seolah-olah 22.66%!

OK bentar dude…. pake contoh lain.

Return Investasi Saham Menggunakan XIRR dan CAGR

Dari tabel, asumsi anda investasi 100 juta tanggal 1 Januari 2020, tidak pernah top up mau pun tarik dana keluar…. atau sama dengan lump sum. Setelah 10 tahun nilainya menjadi Rp 404.555.774. Menggunakan XIRR dan CAGR, hasilnya sama yaitu return 15%. Bukan 300% (304 juta dibagi 100 juta). Contoh ini adalah contoh Lump Sum. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa pada investasi Lump Sum, nilai CAGR dan XIRR adalah sama.

Jadi seharusnya sudah benar ya dude.

Contoh Terakhir XIRR

Contoh Return Investasi Saham Selama 20 tahun Menggunakan XIRR.

Misalkan anda investasi Rp 100 juta pada tanggal 1 Jan 2020. Lalu pada 1 Jan 2033 anda butuh dana, anda tarik 100 juta. Kemudian pada 1 Jan 2040, nilai porto anda sebesar Rp 3M. Return rata-rata per tahun anda adalah 19.16%. Bukan 3.000% (3M/100 juta).

Sebagian mungkin bertanya, kenapa di baris terakhir selalu ada “arus kas positif” yang besar?

Jawabannya : angka tersebut adalah total nilai portofolio anda akhir periode. Bisa berupa cash, RDPU, atau saham (floating/unrealiased). Hal ini perlu anda lakukan, karena jika tidak, nilai XIRR akan error. Jadi setiap ingin hitung berapa XIRR saat ini, masukkan saja nilai akhir portofolio anda akhir periode.

Kekurangan Metode XIRR

Seperti telah saya sebutkan sebelumnya : Hasil perhitungan XIRR selalu return rata-rata annualized untuk seluruh periode. Berapa pun periode yang anda hitung – satu minggu, tiga bulan, dua tahun, dan lain-lain – hasil XIRR selalu return annualized.

Ini menjadi kekurangan metode XIRR, sama halnya dengan CAGR yang hanya menghasilkan satu rate of return untuk seluruh periode. Anda tidak bisa lihat return per bulan atau per kuartal misalnya. Hasilnya benar-benar smooth (halus), tidak bumpy. Padahal kinerja investasi saham kita pasti tidak begitu, sudah pasti bumpy, tidak berjalan mulus setiap saat seperti hasil perhitungan XIRR.

Solusi Mengatasi Kekurangan Return Annualized XIRR

Jika anda ingin melihat kinerja masing-masing periode, anda harus melakukan langkah tambahan. Harus kreatif dalam olah datanya.

Salah satu solusinya, anda bisa hitung XIRR periode tertentu, lalu bagi sesuai periode saat itu. Tulis manual hasil XIRR periode tersebut. Misalnya periode kuartal pertama XIRR 16%, maka kuartal tersebut return investasi portofolio 16%/4 = 4%. Demikian juga jika per bulan, anda bagi 12 hasil XIRR. Tujuannya agar bisa lihat kinerja per periode (misalnya per bulan, per kuartal, atau per tahun) dan juga bisa bandingkan dengan benchmark periode tersebut.

Salah satu member SIC @SugiCloud mengusulkan satu solusi untuk melihat kinerja tiap tahun. Caranya adalah buat tabel baru, anggap total aset awal tahun sama dengan modal awal tahun. Saldo awal tahun ini nilainya minus (seolah-olah anda lump sum awal tahun senilai total aset awal tahun). Lalu hitung seperti biasa sampai akhir tahun. Dari sini anda bisa dapatkan XIRR khusus tahun tersebut.

Dengan cara yang sama, anda bisa lakukan ini untuk hitung kinerja bulanan atau kuartalan. Hanya saja sekali lagi ingat, hasil XIRR selalu return setahun, jadi jika yang anda hitung bulanan, hasilnya bagi dengan 12 bulan; jika kuartal, hasil XIRR bagi dengan empat.

Download Template Worksheet Hitung Return Investasi Saham Menggunakan XIRR

Kalau anda berminat, berikut ini saya sediakan template sederhana untuk mulai menghitung return investasi saham anda. Buka dan copy file tersebut untuk dapat anda gunakan sendiri.

Link download : Worksheet Hitung Return Investasi Saham Menggunakan XIRR

Kesimpulan

Seharusnya cukup mudah menghitung return investasi saham (rate of return) menggunakan XIRR. Yang kita butuhkan hanya dua data : tanggal dan nominal arus kas keluar masuk.

Beberapa yang mungkin juga penting :

  1. Perhitungan return investasi saham seharusnya termasuk idle cash yang memang alokasinya untuk saham.
  2. Dividen yang masuk, jika tidak anda tarik melainkan reinvestasikan, tidak usah anda catat arus kas masuk. Bayangkan ada arus kas masuk tapi saat itu juga keluar lagi (reinvestasi).
  3. Hasil perhitungan XIRR selalu return rata-rata annualized.
  4. Tidak sedikit yang menargetkan cetak return super tinggi jangka pendek, kemungkinan mereka belum paham tentang konsep bunga berbunga atau Compounding Interest. Seperti salah satu kutipan yang terkenal.

Compound interest is the eighth wonder of the world. He who understands it, earns it. He who doesn’t pays it.


Demikian dude. Semoga membantu. Gampang atau susah? Apakah anda selama ini sudah menghitung return investasi saham anda sendiri atau belum? Apa ada yang coba hitung return investasi pake cara XIRR setelah baca ini? Komen dude.

6 tanggapan pada “Investor Saham Seharusnya Hitung Return Investasi Saham”

  1. Kalo kita ada beberapa kali top up dan withdraw dalam satu bulan itu gimana ya? Soalnya kan kolomnya perbulan cuman 1 aja. Misalnya bulan maret top up 3 kali di tanggal yg berbeda nanti kolomnya untuk maret ada 3 gitu ya?

    Yg dimaksud top up itu top up ke RDN ya?

    1. Tanggalnya tinggal input aja, justru ini keunggulan XIRR. Bisa dengan akurat hitung return, tanggal cashflow kapan saja. Sebulan bisa beberapa kali juga. Itu templatenya hanya standar, diganti aja.

  2. Udah coba ngitung pake XIRR selama 8 bulan, tapi hasilnya kok tinggi banget ya? Ada cash in sama cash out, kurang lebih nilai aslinya 9.000.000 dan di cash flow akhir itu 10.300.000, hasil XIRR nya 65% dan kalo dibagi 3/4 nya paling cuma 50%. Kaya ga make sense, ada pencerahan suhu? Data yang dimasukin murni yang keluar masuk porto saham doank ga ada cash kaya di template sini

    1. Mungkin salah input. Jgn hanya itung sahamnya aja tapi termasuk cash seperti udah ditulis di artikel dan templatenya. Jgn tiap kali jual saham dicatat cashflow, ga perlu. Kalo setelah jual dananya masih utk investasi, switch ke saham lain, ke RDPU atau masih di RDN besoknya buat beli lagi… ya gak usah dicatat. Hanya catat kalo benar2 ada dana keluar (withdraw) dan dana masuk (top up).

      Contohnya ada dana 10 juta. Beli saham A 1 juta, 3 bulan kemudian jual 1.5 juta. Kalo hanya itung sahamnya, jadi cuan 50% dalam 3 bulan, ini disetahunkan jadi 200%. Makanya yg diitung totalnya cuan 500rb dgn modal 10 juta atau 5% dalam tiga bulan.

      Kedua, ente baru mulai 8 bulan dan kebetulan pasar lagi bagus kemaren…. datanya memang masih sedikit. Tunggu bbrp lama lagi aja. Misalnya skrg ini kan lagi merah2 tuh opppsss…

Ada komen, dude?