Home » Investasi Saham » Capital Building Kunci Sukses Investasi Saham

Capital Building Kunci Sukses Investasi Saham

Menurut saya, capital building adalah salah satu kunci sukses dalam investasi saham. Kenapa gitu dude?

Agar sukses dalam investasi saham dengan hasil yang memuaskan, kita butuh tiga hal : return investasi, waktu, dan modal.

Selanjutnya kita akan bahas satu per satu tiga faktor tersebut. Tapi sebelum itu, anda tentunya harus paham konsep compounding atau bunga majemuk. Dalam menghitung return investasi, biasanya yang dipakai adalah CAGR atau Compound Annual Growth Return.

CAGR adalah rumus matematika yang memberikan tingkat pengembalian yang “diperhalus”. CAGR menunjukkan angka pertumbuhan setiap tahun agar modal awal berkembang dengan asumsi setiap laba direinvestasikan. Anda bisa baca lebih lanjut tentang ini di artikel Apa itu CAGR.

OK, sekarang kita akan bahas satu per satu faktor yang menentukan hasil investasi saham. Simak, dude!

Return Investasi Terbatas

Kita harus sadar – setidaknya menurut saya – return investasi terbatas. Besarnya kira-kira akan mengikuti underlyingnya. Sebagai pembanding anda bisa lihat berapa return IHSG, hasil investasi anda logikanya mendekati rata-rata kenaikan IHSG, bisa lebih jika anda cukup lihai. Tapi dalam jangka panjang, konsisten mengalahkan return index bukanlah perkara yang mudah.

Anda juga bisa bandingkan dengan return investasi para super investor.

Warren Buffett misanyal mampu mencetak 20.3% selama 54 tahun. Kinerja investasi WB tentu saja sulit kita tiru. Apalagi konsisten selama 54 tahun.

Return Investasi Berkshire 1965-2019 20.3% CAGR. Sumber : www.berkshirehathaway.com

Contoh lain misalnya Terry Smith yang juga konsisten mengalahkan market.

Kinerja Investasi Fundsmith. Sumber : www.fundsmith.co.uk

Berikut ini tabel kinerja investasi beberapa super investor dan trader ternama.

Kinerja beberapa super investor. Sumber : theirrelevantinvestor.com

Ada beberapa yang memang mencetak return fantastis. Misalnya Richard Dennis mencetak return 120% CAGR selama 19 tahun dan Michael Marcus 120% CAGR selama 10 tahun. Tapi ingat sekali lagi, mereka kasus khusus, hanya segelintir orang yang mampu. Jika melihat dari sisi lain, bahkan super investor pun rata-rata return investasinya “hanya” sekitar 20-an%.

Maka agar realistis, tentunya anda jangan terlalu memasang target terlalu tinggi. Mengalahkan return pasar saja konsisten bertahun-tahun hanya sedikit yang bisa melakukannya. Jadi mungkin target return 15-20% CAGR yang masuk akal. Atau menurut anda bisa lebih?

Investasi Butuh Waktu Tapi Umur Manusia Terbatas

Investasi saham butuh waktu

Anda butuh waktu agar investasi anda bisa berkembang. Salah satu alasan yang logis adalah karena di balik setiap kode saham ada perusahaan yang sedang menjalankan bisnisnya. Perusahaan butuh waktu untuk meningkatkan kinerjanya, tidak bisa instan. Kinerja investasi anda tentu saja logikanya akan sejalan seiring kinerja underlyingnya : kinerja perusahaan tersebut.

Jelas, investasi saham bukan cara cepat untuk kaya.

Sayangnya… umur manusia terbatas. Selain besarnya return, compounding tergantung pada waktu. Berapa lama anda “menggulung” modal + reinvestasi.

Misalnya jika saat ini usia anda 50 tahun, tentu menghitung return compounding 50 tahun ke depan agak tidak masuk akal. Itu berarti usia anda sudah 100 tahun. Jika umur anda saat ini 20 tahun, 40 tahun lagi berarti usia anda 60 tahun.

Kan gak mungkin bilang, “Gw mo compound duit investasi gw 100 tahun, biar joss hasilnya.” Lah, umur manusia kan terbatas dude? Singkatnya, compounding tidak bisa infinitely.

Maka salah satu syarat untuk sukses compounding investasi saham anda adalah anda harus berumur panjang 😂

Ya, Charlie Munger pernah bercanda tentang ini, investor sukses sebaiknya berumur panjang, karena investasi memang butuh waktu.


Suka artikel ini? Masukkan email untuk mendapatkan artikel terbaru via email. NO SPAM.


Dari penjelasan di atas, berarti return terbatas kira-kira 20% (asumsi anda adalah WB!) dan waktu anda juga terbatas.

Maka hanya satu faktor yang tersisa. Apa dude?

Tumpuk Modal Alias Capital Building

Mulai Capital Building

Ya benar, yang tersisa adalah : modal anda berapa.

Satu-satunya yang bisa anda eksploitasi adalah modal awal. Itu sebabnya di artikel perdana Axlarry.com, saya tulis jangan anggap remeh kemampuan anda sendiri : Earning Power. Baca : Dividend For Living – Apa Mungkin Hidup Dari Dividen?

Biar jelas, kita pake contoh saja. Mari berhitung, dude!

Contohnya gini :

Katakan anda punya uang 1 juta saat ini, merasa mampu investasi dengan return konsisten 20% CAGR selama 30 tahun.

Maka setelah 30 tahun, uang 1 juta menjadi 237 juta dalam 30 tahun.

Eits.. kan ada inflasi, anggap saja inflasi sekitar 5% per tahun. Dalam 30 tahun setara 432%.

Dengan memperhitungkan inflasi, maka 237 juta 30 tahun mendatang kira-kira nilainya setara 55 juta sekarang.

Nah, pertanyaannya. Uang 55 juta sekarang, apa cukup buat biaya hidup anda? Apakah bisa hidup dengan dana segitu? Atau jika diinvestasikan dengan return 20%, apa return 20% * 55 juta = 11 juta/tahun cukup?

Saya hampir yakin tidak cukup. Padahal anda sudah menyediakan 30 tahun dan sangat lihai bisa cetak return 20% CAGR 30 tahun…. hasilnya tetap tidak cukup dude.

Ganti modal awal jadi 1M. Udah beda ceritanya. Ya ga, dude?

Itu sebabnya… sehebat apa pun anda, selama apa pun siap berinvestasi… anda tetap butuh suntikan modal agar hasilnya bisa WAH!

Jadi kesimpulannya, jika return dan umur terbatas, memang satu-satunya yang bisa kita “eksploit” adalah besarnya modal kita sendiri. Caranya? Ya capital building.

Tugas pokoknya selama capital belum cukup adalah suntik terus modal agar AUM (Asset Under Management) investasi saham anda semakin besar. Namanya aja pasar modal, ya butuh modal 😂

Dari mana modal buat suntik? Dari pendapatan di luar investasi saham. Entah dari bekerja, usaha, bonus, sampingan, dan lain-lain. Ingat Earning Power tadi dude.

Tapi sekali lagi ingat, umur manusia ada batasnya, makanya mengutip JK, “Kalo gak sekarang, kapan lagi?” #MulaiAjaDulu.

Kesimpulan : Mulailah Capital Building

Yang menentukan sukses investasi saham dan compounding ada tiga faktor : return investasi, waktu, dan modal.

Return dan waktu terbatas. Satu-satunya yang bisa kita pelan-pelan tambah hanya capital/modal. Jadi tugasnya tambah terus capital dari luar saham untuk mempercepat penambahan AUM. Usahakan return bisa konsisten dan umur cukup panjang.

Pertama, terus belajar dan belajar agar lebih baik di dunia saham. Pastikan kita punya skill dan mental yang cukup agar dapat konsisten mencetak return yang baik.

Kedua, umur manusia dan kematian adalah misteri Ilahi. Ini di luar kontrol kita. Tapi setidaknya dengan tahu umur kita yang terbatas, mungkin ada baiknya untuk mulai sejak dini. Selain itu juga hindari pikiran, “Mumpung masih muda, dude!” Karena untuk compounding sukses, sangat tergantung akan waktu. Semakin sering anda membuat kesalahan, semakin sedikit waktu tersisa.

Ketiga, capital building. Kebanyakan orang di awal perjalanan investasinya akan sulit memiliki modal minimal agar return rata-rata investasi saham cukup untuk biaya hidup dan reinvestasi. Anda perlu reinvestasi agar dana kelolaan terus bertumbuh dan antisipasi biaya hidup yang makin tinggi. Maka jangan lupa untuk capital building sedini mungkin. Kita bisa cari apa pun kesempatan yang ada di luar saham. Hasilnya pelan-pelan diinvestasikan.


Jadi gitu dude, menurut ane… kura-kura. Ada komen? Monggo dude.

2 tanggapan pada “Capital Building Kunci Sukses Investasi Saham”

  1. keuntungan didapat maksimal dalam kondisi pasar bulish jika membidikan semua peluru pada satu atau dua sasaran saja (tidak banyak sasaran). . jika pada pasar sideways dibutuhkan kesabara untuk mencari sasaran yang tepat. ini strategi investor keci; yg dana kelolaannya hanya sekitar puluhan juta sampail 2-5 milyar .

Ada komen, dude?