Kategori
Psikologi Saham Value Investing

Value Investing : Hidden Information, Luck, and Skill

Memo Howards Marks berjudul You Bet berisi tentang beberapa jenis permainan termasuk board games seperti backgammon dan catur dan permainan kartu seperti blackjack dan poker. Apa hubungannya dengan value investing?

Kali ini saya ingin membahas Memo Howard Marks : You Bet tentang faktor yang berperan dalam value investing.

Buat saya, ada yang menarik dari memo tersebut. Memo Howards Marks berjudul You Bet (pdf) tersebut berisi tentang beberapa jenis permainan termasuk board games seperti backgammon dan catur dan permainan kartu seperti blackjack dan poker. Apa hubungannya dengan value investing?

Hidden Information, Luck, and Skill

Sumber : Howard Marks

Dalam berbagai permainan tersebut, ada tiga faktor yang berperan :

  1. Hidden information (informasi tersembunyi)
  2. Luck (keberuntungan)
  3. Skill (keterampilan atau kemampuan)

Dalam setiap jenis permainan, peran masing-masing faktor porsinya berbeda. Tidak selalu semua berperan dan tidak selalu sama besar perannya.

Contohnya, pada permainan catur, tidak ada informasi tersembunyi, semuanya terang benderang. Masing-masing pemain dapat melihat posisi lawannya. Tidak ada faktor luck, karena tidak ada informasi rahasia dan tiap langkah dapat ditentukan oleh masing-masing pemain. Yang menentukan hasil akhir pertandingan murni adalah skill masing-masing pemain. Amatir pasti akan kalah jika berani menantang Grand Master.

Pada permainan Backgammon – sama seperti catur – tidak ada info rahasia. Tapi tiap pemain harus melempar dadu untuk menentukan langkah selanjutnya. Karena hasil lempar dadu tidak memerlukan keahlian khusus, maka ada faktor keberuntungan yang berperan. Tapi pemain tetap harus memutuskan checker/pion mana yang akan dipindahkan.

Permainan Roulette, tidak ada hidden info dan tidak ada skill, karena yang menentukan hasil akhir adalah kapan roda berhenti berputar. Yang berperan 100% Luck.

Sedangkan pada poker dan blackjack, ada hidden information karena tiap pemain tidak mengetahui kartu lawannya. Juga tidak tahu kartu apa yang masih ada di deck. Karena ada info rahasia dan peluang acak mendapatkan kartu secara sembarang, maka ada faktor hoki yang berperan. Tapi juga ada faktor skill, karena pemain bisa mengkalkulasi peluang yang ada misalnya dengan card counting. Bisa memutuskan kapan fold, double, hit, dan lain-lain .

Lalu bagaimana dengan value investing? Faktor apa saja yang berperan?


Suka artikel ini? Masukkan email untuk mendapatkan artikel terbaru via email. NO SPAM.


Value Investing : Hidden Information, Luck, and Skill

Value Investing and Gambling. Sumber : Howard Marks

Yang jelas, saham tidak sama dengan catur (No hidden information, no luck, 100% skill).

Dalam value investing ketiga faktor – hidden information, luck, dan skill – semuanya berperan. Mirip seperti blackjack dan poker.

Hidden Information

Informasi tersembunyi maksudnya bukan terbatas pada insider info. Tapi banyak informasi yang memang tidak bisa dan tidak mungkin kita ketahui secara utuh. Ada informasi yang memang tidak bisa dipublikasikan secara umum. Investasi saham berurusan dengan masa depan, termasuk kinerja emiten.

Luck

Faktor keberuntungan selalu ada. Kita tidak pernah tahu kapan harga saham naik dan turun, serta apa alasannya. Alasan selalu muncul setelah suatu hal terjadi. Ada banyak faktor dan kejadian yang bisa terjadi tanpa ada yang tahu seperti faktor makro, psikologi pasar, dan faktor lain (misalnya seperti saat ini pandemi covid-19 yang satu pun tidak ada yang bisa memprediksi sebelumnya). Sadar akan hal ini, seharusnya kita juga jadi jauh lebih hati-hati ketika memutuskan untuk berinvestasi pada suatu emiten.

Skill

Skill adalah satu-satunya yang berada dalam kendali kita. Investor berpengalaman memiliki keterampilan yang cukup untuk memperhitungkan potensi kinerja emiten di masa mendatang, di mana posisi kita saat ini dalam suatu siklus, melakukan valuasi harga wajar dan menentukan Margin of Safety yang cukup besar. Tidak ada yang selalu benar, tetapi investor superior bisa melakukannya lebih sering daripada kebanyakan investor lainnya.

Apa Gunanya Value Investor Tahu Hal Ini?

Salah satunya agar kita (makin) sadar, dalam dunia value investing, tidak hanya skill yang berperan. Ada dua faktor lagi yaitu hidden information dan luck.

Karena ada tiga faktor, maka sebetulnya tidak usah terlalu jumawa ketika saham yang kita miliki (kebetulan) ijo royo-royo. Tidak perlu juga saling klaim “Tuh, kan bener analisis gw dude!“…. apalagi kalo hanya 1-2 kali. Bisa jadi dewi fortuna sedang berpihak pada kita, dude?

You can’t tell the quality of a decision from the outcome. What makes a decision great is not that it has a great outcome. A great decision is the result of a good process, and that process must include an attempt to accurately represent our own state of knowledge. That state of knowledge, in turn, is some variation of “I’m not sure.”

Howard Marks

Value Investing : Know What You Don’t Know

Salah satu “skill” yang juga seharusnya dimiliki value investor adalah “Know What You Don’t Know“. Yang kita bisa lakukan adalah sebisa mungkin mencari tahu apa yang bisa dicari tahu…. tapi tidak boleh melupakan, sehebat-hebatnya anda, akan selalu ada “The Unknown Unknowns.” Perhatikan bagan di bawah ini. Berapa banyak Unknowns yang masih tersisa waktu anda telah memutuskan investasi di suatu saham? Lantas, apa alasannya anda bisa 100% yakin?

Unknown Unknowns – Image Credit : marketbusinessnews.com

Melenceng sedikit ke artikel lawas dari Opa Warren Buffett. Judulnya “The Superinvestors of Graham and Doddsville”.

Cerita tentang lempar koin. Skill or luck? Kadang orang tidak bisa membedakannya.

Warren Buffett: The Superinvestors of Graham and Doddsville

Sekian dude. Sila tinggalkan komen dan jangan malu-malu untuk share kalau dianggap berguna, dude 🙂

Satu tanggapan untuk “Value Investing : Hidden Information, Luck, and Skill”

Keberuntungan juga bagian dari skill, beruntung kita bisa tahu & paham ttg bursa saham.
Tulisan yg bagus, lanjutkan postingan bermanfaatnya

Ada komen, dude?